Kamis, 13 November 2014

Sepenggal Kisah

Berjalan tanpa arah
Menapaki langkah demi langkah
Cemoohan dan hinaan menerpa
Tak hirau ku bagai tuli

Dihinakan oleh Mereka
Meski marah, kesal dan pilu
Menentang hati
Pengorbanan terbesarku
Bbertahan hidup dan merendahkan diri
Untuk mendapatkan sesuap nasi
Wahai kau para Wakil
Ingatkah tanggung jawabmu atas kami?

Sabtu, 07 Juni 2014

Dengarlah Ini

Sang bulan tak terlihat malam ini
Mungkin cahaya matahari tak menyinarinya
Terasa sangat sunyi
Tanpa senyum Mu di langit malam

Mengapa Engkau begitu jauh
Semakin jauh dan bahkan tak terlihat
Tangan ini terus mencoba menggapai
Meski kadang ku putus asa karenanya
Dan kini baru ku mengerti
Bahwa kau memang tak bisa ku rengkuh

Aku sedih..
Bukan karena tak bisa memilikimu
Hanya saja kau tak pernah milikku
Kau menghilang ketika matahari datang
Dan karenanya kau melupakanku

Bulan dengarlah ini..
Mendekatlah padaku..
Agar ku bisa merengkuhmu, sekali saja
Biarkan aku memilikimu sesaat
Dan setelah itu kau boleh kembali
Menyinari semuanya ketika malam datang

Senin, 02 Juni 2014

Siapa aku (di tempat itu)

Melayang-layang dalam angan
Siapa diriku di tempat ini
Apa ada arti dari hadirku kini
Terasa asing
Bagai hanya sebuah angin
Yang menempati tapi tak berwujud

Berlari, ku hanya bisa bersembunyi
Tapi di lain sisi
Ku berharap di temukan
Tapi semua itu melelahkan
Jika ku tetap membisu
Takkan ada yang melihat dan menemukanku

Mengertilah..
Ku butuh uluran tangan
Aku terjatuh, mungkin karena diriku sendiri
Mengertilah
Aku pergi bukan tak bertanggung jawab
Hanya kenyamanan yang tak ku rasakan

Jumat, 23 Mei 2014

Untuk Sang Malam

Di malam ku yang gelap
Ku lihat bulan menerangi
Kadang ia penuh, Kadang ia seperti tersenyum
Terasa seperti ia menemani ku
Ketika bulan tak bercahaya
Ku tahu ia disana, tapi ia tak terlihat

Ia selalu menemani
Dan ku ungkapkan semua padanya
Rinduku, sedihku, marahku, semuanya
Tak setiap saat ku bisa melihat bulan bersinar
Dan karena itu, ia begitu berharga
Rasanya ingin ku rengkuh ia dalam peluk
Tapi ia tak bisa ku gapai
Tangan ku tak mampu

Rabu, 14 Mei 2014

Ketidakpastian

Purnama menghilang oleh sang mendung
Menggelegar tanda hujan t'lah datang
Suara rintikan itu semakin menguat
Hujan kini menjadi badai lebat

Lantunan musik yang ku mainkan terasa sunyi
Gitar ku terasa membisu
Aku butuh sebuah musik
Bukan suara rintikan hujan

Mencoba menyelami nada rintikan itu
Tapi yang ku dengar ketidakpastian nada
Musik ku memang belum sempurna
Tapi aku punya nada yang sama 




Kamis, 08 Mei 2014

INGIN MEMILIKI

Ingin ku mengenggamnya
Ia yang tlah menghapus air mataku
Ia yang berikan senyum indah itu
Dan ia yang menyembuhkan lukaku

Tapi Aku pernah menggenggam erat
Dan semua tak berarti karena yang di inginkan lepas dariku
Aku pernah memiliki
Tapi pada akhirnya aku kehilangan

Ku takut kehilangan
Dan apakah itu berarti ku tak boleh memilikinya?
Memiliki ia yang ku cinta

Senin, 05 Mei 2014

KARENA SENYUM NYA

Sakit, sungguh sangat menyakitkan
Untuk kesekian kalinya sayapku patah
Di saatku sedang tinggi mengangkasa
Ku terjatuh di tempat yang sangat asing
Tempat sepi, mungkin tak berpenghuni

Ku fikir tak ingin terbang lagi selamanya
Karena ku takut terjatuh kembali
Tak ku sangka seseorang menemukanku
Menolongku dan menyembuhkan luka-luka sayapku
Dia menghilangkan rasa sakit ku dengan senyumannya
Ia nyanyikan lagu-lagu indah dengan gitarnya
Hingga ku tak ingin terbang kembali
Karena di bumi bersamanya ku bahagia

Minggu, 04 Mei 2014

MENUNGGU

Begitu nikmatnya sakit di dada ini
Hingga hujanpun turun tak dapat di bendung
Langit gelap, awanpun terbawa angin
Musik ini hanya pengantar
Kisahku di hari ini

Ingin memiliki, tapi tak bisa ku miliki
Tapi ku terlanjur cinta
Hanya menunggu ia untuk katakan beberapa kata itu
Atau bahkan kata perpisahan
Hanya waktu yang akan menunjukan

Kamis, 01 Mei 2014

Sabar

Sabar..   
Hanyalah sebuah kata 
Tapi tak banyak orang bisa melakukannya 
Sabar menunggu bukan berarti kita menutup diri
Tapi bukan pula mempermainkan orang yang menunggu dan yang di tunggu
Sabar
Hanyalah sebuah ungkapan
Menguatkan diri dari segala ketidaktenangan di hati
Meyakinkan hati akan ada hal indah setelahnya
sabar
Kau jadikan sebuah kata
Tapi kau tak tunjukan bagaimana
Oh.. beginikah kau uji kesabaranku?